0

BAYI TABUNG DALAM PANDANGAN ISLAM

Assalamu’alaikum wr.wb

Apa itu BAYI TABUNG ( Intra Uterine Tube Fertilization)???

A. PENGERTIAN BAYI TABUNG

Bayi tabung tidak berarti bayi yang terbentuk di dalam tabung, Intra Uterine Tube Fertilization atau bayi tabung adalah sebuah teknik pembuahan yang sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita.

bytb

Proses pembuahan dengan metode bayi tabung dilakukan antara sel sperma suami dengan sel telur istri, dengan bantuan tim medis untuk mengupayakan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Secara teknis, tim medis mengambil sel telur dari indung telur wanita dengan alat yang disebut “laparoscop” ( temuan dr.Patrick C. Steptoe dari Inggris ). Sel telur itu kemudian diletakkan dalam suatu mangkuk kecil dari kaca dan dipertemukan dengan sperma dari suami wanita tadi. Setelah terjadi pembuahan di dalam mangkuk kaca itu tersebut, kemudian hasil pembuahan itu dimasukkan lagi ke dalam rahim sang ibu untuk kemudian mengalami masa kehamilan dan melahirkan anak seperti biasa.

B. PROSES BAYI TABUNG

  1. Persiapan

Proses bayi tabung pada manusia, yang pertama kali adalah penyuluhan kepada sepasang suami-istri yang akan mengikuti program bayi tabung dan dilanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan keadaan kandungan, hormonal dan  penyakit yang menyertainya dan jumlah sperma (Bayi Tabung.org, 2010).

  1. Pematangan sel telur

Tahap pematangan sel telur (stimulasi ovarium) berisi langkah folikel de graaf (kantong berisi cairan yang mengandung sel telur). Pada tahapan ini dilakukan  penyuntikan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang bertujuan untuk merangsang pematangan telur dan mendorong agar dua indung telur menghasilkan ovum secara bersama-sama. Hormon yang digunakan untuk stimulasi ovarium yaitu Human Menopausal Gonadotropin (HMG), Folicel Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing hormone (LH) (digunakan bersama FSH), HCG, Clomphene citrate (Medicine, 2011). Tahapan stimulasi ovarium seing disebut dengan persiapan petik ovum , yang dapat dilakukan dengan dua fase yaitu:

  • Fase down regulation : suatu tahapan dalam proses bayi tabung untuk menciptakan suatu keadaan agar indung telur siap menerima terapi stimulasi yang akan berlangsung selama kurang lebih 1-2 bulan.
  • Fase stimulasi yang dilakukan dengan tujuan untuk merangsang terjadinya  pertumbuhan pada folikel yang ada di indung telur yang paling matang atau paling siap untuk operasi petik ovum (Ramli, 2010). Terapi stimulasi dapat dimulai jika sudah dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter yang ahli. Jika tidak ada folikel yang berkembang dalam rahim pasien, maka dokter akan memberikan beberapa dosis besar kepada pasien
  1. Pengambilan sel telur (Operasi petik ovum)

Tahap pengambilan sel telur berisi penetuan waktu dan teknik pengambilan sel telur. Pengambilan sel telur dilakukan dengan alat berupa jarum khusus yang dimasukkan melalui vagina dengan bantuan ultrasonografi (USG) (pada fase ini kedua pasangan tidak boleh melakukan hubungan intim). Setelah cairan folikel disedot, sel telur yang terkandung didalamnya dipisahkan. Tahapan ini dengan operasi petik ovum pick up yang bertujuan untuk mendapatkan indung telur mana yang paling matang dan siap untuk diambil dan dijadikan proses awal dari pembuaatan bayi tabung (Soebijanto, 2010).

  1. Pembuahan secara invitro

Sel telur yang sudah dipisahkan diletakkan pada cawan biakan yang sudah dibubuhi medium biakan dan disimpan dalam inkubator disesuaikan dengan temperatur suhu dalam rahim (selama 5-6 jam). dibutuhkan waktu kurang lebih 6-18  jam untuk proses pertemuan antara sel sperma dengan sel telur pada cawan yang mengandung medium sampai terjadi proses pembuahan.

5. Hasil Pembuahan

hsil

Setelah terjadi pembuahan, sel mengalami pembelahan menjadi 2,4,8 dan 16 (prosesnya kurang lebih 45 jam setelah terjadi pembuahan) kemudian dipindah tanamkan pada rahim. Sisa embrio hasil pembuahan yang tidak ditanam pada rahim dapat disimpan secara krioppreservasi dalam tabung yang berisi nitrogen cair dengan suhu 196 C dibawah nol. Tahapan ini dikenal dengan transfer embrio yaitu dengan cara memasukkan dua atau lebih embrio yang sudah diseleksi dan dipilih di dalam rahim. Setelah itu diberikan terapi obat penunjang kehamilan untuk membantu mempersiapkan rahim agar bisa membuat embrionya berkembang dengan cara yang lebih normal (Ramli, 2010). Pada tahap ini pasien diberikan suntikan hCG pada 4 hari setelah pemindahan hasil pembuahan dan 7 hari setelah hasil pembuahan. Dosis yang  biasanya diberikan 1500 IU atau 5000 IU tergantung dengan kondisi pasien. Selain  pemberian hCG , pasien juga dapat diberikan progesterone secara oral selama 15 hari  penggunaan vagina gel yang digunakan tiap malam sebelum tidur (Clinic, 2012).

  1. Pemantauan kehamilan

Proses bayi tabung selanjutnya yaitu pemantauan kehamilan. Tahapannya  berupa langkah penetuan kepastian kehamilan dan memantau serta memeriksa setiap tahap-tahap perkembangan embrio sampai menjadi fetus seprti pematauan kehamilan yang normal sampai terjadinya kehamilan (Ramli, 2010).

C. BAYI TABUNG DALAM PANDANGAN ISLAM

Kalau kita hendak mengkaji masalah bayi tabung dari segi hukum Islam, maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad lajim dipakai oleh para ahli ijtihad,agar ijtihadnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan jiwa Al-Qur’an dan Sunah yang menjadi pegangan umat Islam. Sudah tentu ulama yang melaksanakan ijtihad tentang masalah ini, memerlukan informasi yang cukup tentang teknik dan proses terjadinya bayi tabung dari cendekiawan. Muslim yang ahli dalam bidang studi yang relevan dengan masalah ini. Dengan pengkajian secara multidisipliner ini, dapat ditemukan hukumnya yang proporsional dan mendasar.

.Bayi tabung / inseminasi buatan apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya ke dalam Rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain (bagi suami yang berpoligami), maka Islam membenarkan, baik dengan cara mengambil sperma suami, kemudian disuntikkan ke dalam vagina atau uterus istri, maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim, kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri, asal keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, karena dengan cara pembuahan alami, suami istri tidak berhasil memperoleh anak. Hal ini sesuai dengan hokum Fiqih Islam.

Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlukan seperti dalam keadaan terpaksa (emergency). Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukan hal-hal terlarang.

Sebaliknya, kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan atau ovum, maka diharamkan, dan hukumnya sama dengan zina (prostitusi). Dan sebagai akibat hukumnya, anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya.

Dalil-dalil syar’i yang dapat menjadi landasan hukum untuk mengharamkan inseminasi buatan dengan donor, ialah sebagai berikut :

1. Al-Qur’an

  • Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (17:70)

Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan862, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

  • Surat At-tin ayat 4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (95:4)

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

2. Hadist

لَا يَحِلُّ لِامِْرئٍ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ أَنْ يَسْقِيَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ

“Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (vagina istri orang lain). (Hadits Riwayat Abu Daud, Al-Tirmidzi, dan hadits ini dipandang shahih oleh Ibnu Hibban)”

اَلْحَاجَةُ تَنِْزلُ مَنْزِلَةَ الضَّرُوْرَةِ وَالضَّرُوْرَةُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ

“Hajat (kebutuhan yang sangat penting) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehklan melakukan hal-hal yang terlarang”.

 D. KESIMPULAN

Berdasarkan pada Al-qur’an, Hadist, dan beberapa sumber yang telah dibaca bahwa Intra Uterine Tube Fertilization atau bayi tabung dapat menjadi halal dan haram. Dapat dikatakan halal apabila:

  1. Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  2. Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan.
  3. Jika inseminasi buatan atau bayi tabung dengan sel sperma dan ovum dari suami istri yang sah tetapi embrionya ditransfer ke rahim wanita lain (ibu titipan), diperbolehkan Islam dengan catatan keadaan atau kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya.

Dan dapat dikatakan haram apabila:

  1. Sperma yang diambil dari pihak laki-laki disemaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  2. Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita.
  3. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang suami istri, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia mengandung persemaian benih mereka tersebut.
  4. Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.
  5. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain.

 

 

REFERENSI :

http://www.scribd.com/doc/251175693/Proses-Bayi-Tabung#scribd (diakses pada tanggal 19-juni-2015 jam 08.23 WIB)

http://www.scribd.com/doc/25136789/Bayi-Tabung-Menurut-Hukum-Islam (diakses pada tanggal 20-juni-2015 jam 18.26 WIB)

sekian…semoga bermanfaat

Wassalamu’aalaikum Wr.Wb

Iklan